Bismar Peduli Lingkungan, Perempuan, dan Sosial Lewat lukisan

Lukisan Bismar/Fandy Hutari
Pelukis muda Bismar Siagian memamerkan 21 karyanya di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Pameran tunggal pemuda kelahiran Jakarta, 13 Maret 1990 ini bertajuk Imbalance; Solo Exhibition Bismar Siagian.
Karya-karya Bismar mengangkat isu-isu politik, sosial, lingkungan, dan perempuan. Sindiran tajam terbaca lewat karyanya. Misalnya saja karyanya yang berjudul Negara tanpa Kepala Negara. Di sini Bismar menyindir kepala negara yang kurang berwibawa dan tidak tegas, yang kelak tak pernah dihargai rakyatnya.
Lukisan Negara tanpa Kepala Negara berwujud orang yang tengah duduk di kursi mewah, berpakaian rapi lengkap dengan dasi dan jas, namun tak memiliki kaki, tangan, dan kepala. Meski ada topi yang mengambang di atasnya. Di kanan dan kirinya terdapat bentuk manusia telanjang dada, memiliki kaki mikip akar yang tertanam di tanah, tak punya wajah, dengan kepala yang hancur separuh.
Menurut Jonathan, mahasiswa Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta yang datang ke pameran itu, lukisan Bismar bekisah soal moral dan alam. “Kayanya dia dapat inspirasinya dari alam dan kebobrokan moral,” katanya. Jonathan melihat, karya Bismar merupakan sindiran yang halus.
Jonathan sangat tertarik dengan lukisan Bismar berjudul Ironi Khatulistiwa yang terpampang di lantai 2 Galeri Cipta III. “Itu kaya nyindir banget kalau orang sekarang tidak peduli sama lingkungan. Dia peduli lingkungan sih. Saya suka,” kata mahasiswa angkatan 2013 ini.
Pameran karya lukis Bismar berlangsung dari tanggal 5 hingga 13 Maret 2014. Dari pukul 10.00 hingga 21.00. Dua puluh satu karyanya itu dipamerkan di lantai 1 dan lantai 2 Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

2 COMMENTS

  1. Terobosan yg bagus lagi-lagi dari Bismar. Peduli lingkungan memang bisa dilakukan dg cara apa saja ya. Hmmm

LEAVE A REPLY