![]() |
| Kampus Unpad di Jalan Dipatiukur, Bandung/Fandy Hutari. |
Unpad. Jangan berpikir kalau kampus yang satu ini berada di Bandung. Kalian pasti terjebak, dan mengira salah satu kampus tenar di Jawa Barat ini hanya ada di Bandung. Awalnya, sebagai maba yang alhamdulillah jebol SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, sekarang entah apa namanya),saya mengira akan bersenang-senang saat berkuliah di Bandung, ngeceng cewek-cewek cantik, dan jajan-jajan kaus-kaus keren.
Universitas
Pangkalan Damri
Pangkalan Damri
“Mas, ke Jatinangor ya,” kata mba-mba yang mengurus
administrasi saat pendaftaran awal masuk Unpad.
administrasi saat pendaftaran awal masuk Unpad.
“Jatinangor? Di mana itu mba?”
“Mas keluar kampus ini, lalu naik Damri. Ya,
kira-kira 21 kilometer lah,” katanya.
kira-kira 21 kilometer lah,” katanya.
Damri. Bus bercat putih kombinasi biru ini adalah kendaraan utama
menerobos kejamnya Jatinangor. Ada beberapa rute Damri yang akan membawamu ke
daerah eksotis beranama Jatinangor. Pertama, Damri jurusan Elang-Jatinangor.
Kedua, Damri Elang-Jatinangor via tol. Ketiga, yang saya pakai awal menjejakan
kaki di Bandung, Damri jurusan Dipatiukur-Jatinangor via tol.
menerobos kejamnya Jatinangor. Ada beberapa rute Damri yang akan membawamu ke
daerah eksotis beranama Jatinangor. Pertama, Damri jurusan Elang-Jatinangor.
Kedua, Damri Elang-Jatinangor via tol. Ketiga, yang saya pakai awal menjejakan
kaki di Bandung, Damri jurusan Dipatiukur-Jatinangor via tol.
Dicomot dari situs
Wikipedia, Damri merupakan kepanjangan dari Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik
Indonesia yang dibentuk berdasarkan Maklumat Kementerian Perhubungan RI
No.01/DAMRI/46 pada 25 November 1946 dengan tugas utama menyelenggarakan
angkutan penumpang dan barang di atas jalan dengan menggunakan kendaraan
bermotor.
Wikipedia, Damri merupakan kepanjangan dari Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik
Indonesia yang dibentuk berdasarkan Maklumat Kementerian Perhubungan RI
No.01/DAMRI/46 pada 25 November 1946 dengan tugas utama menyelenggarakan
angkutan penumpang dan barang di atas jalan dengan menggunakan kendaraan
bermotor.
Perkembangan
selanjutnya, sebagai Perusahaan Umum, nama Damri yang tetap diabadikan sebagai
brand mark Badan Usaha Milik Negara ini hingga sekarang masih konsisten
menjalankan tugasnya sebagai salah satu penyelenggara jasa angkutan penumpang
dan barang dengan menggunakan bus dan truk. Bisa dibilang, Damri ini eyangnya
bus kota.
selanjutnya, sebagai Perusahaan Umum, nama Damri yang tetap diabadikan sebagai
brand mark Badan Usaha Milik Negara ini hingga sekarang masih konsisten
menjalankan tugasnya sebagai salah satu penyelenggara jasa angkutan penumpang
dan barang dengan menggunakan bus dan truk. Bisa dibilang, Damri ini eyangnya
bus kota.
Dulu, bus ini beroperasi dari
pagi sekitar pukul 05.30 hingga sehabis magrib sekitar pukul 18.30. Ongkosnya,
saya lupa. Mungkin Rp 1.500 satu kali perjalanan. Saking bergantungnya
mahasiswa Unpad Jatinangor pada Damri, akhirnya Unpad diplesetkan Universitas
Pangkalan Damri. Sebuah julukan yang terdengar kocak, tapi juga bikin terasa
hati ini sesak. Petualangan
saya di tahun 2002 itu pun dimulai.
pagi sekitar pukul 05.30 hingga sehabis magrib sekitar pukul 18.30. Ongkosnya,
saya lupa. Mungkin Rp 1.500 satu kali perjalanan. Saking bergantungnya
mahasiswa Unpad Jatinangor pada Damri, akhirnya Unpad diplesetkan Universitas
Pangkalan Damri. Sebuah julukan yang terdengar kocak, tapi juga bikin terasa
hati ini sesak. Petualangan
saya di tahun 2002 itu pun dimulai.
Ospek
Orientasi Kampus (ospek) adalah ritual wajib yang
harus dihadapi maba dengan tabah, kesabaran, dan sedikit nyali. Rambut indah
kita harus rela ditumbalkan ke tukang pangkas rambut, hingga gundul. Lalu,
kita pun disibukan dengan berbagai tugas absurd dan tak logis untuk dibawa saat
aktivitas ospek berlangsung.
harus dihadapi maba dengan tabah, kesabaran, dan sedikit nyali. Rambut indah
kita harus rela ditumbalkan ke tukang pangkas rambut, hingga gundul. Lalu,
kita pun disibukan dengan berbagai tugas absurd dan tak logis untuk dibawa saat
aktivitas ospek berlangsung.
Ada dua ospek yang saya
harus hadapi sebelum “sah” menjadi bagian dari kampus. Pertama, ospek fakultas.
Kedua, ospek jurusan. Ospek kedua ini yang membuat saya tak bisa tidur dan
sangat dag dig dug seperti menunggu giliran di depan ruang bedah. Lokasi
ospek jurusan kami ada di daerah bumi perkemahan Ciwideuy, Kabupaten Bandung.
Mata kami, sekitar 30 kawan satu angkatan dan satu jurusan, ditutup dengan
sehelai kain.
harus hadapi sebelum “sah” menjadi bagian dari kampus. Pertama, ospek fakultas.
Kedua, ospek jurusan. Ospek kedua ini yang membuat saya tak bisa tidur dan
sangat dag dig dug seperti menunggu giliran di depan ruang bedah. Lokasi
ospek jurusan kami ada di daerah bumi perkemahan Ciwideuy, Kabupaten Bandung.
Mata kami, sekitar 30 kawan satu angkatan dan satu jurusan, ditutup dengan
sehelai kain.
Sesampai di lokasi, kami diperintahkan keluar.
Sosok senior tinggi besar dan wajah penuh bewok ada di depan kami setelah kain
penutup mata dilepas. Dia membentak dan menyuruh kami untuk push up. Mirip kamp
militer.
Sosok senior tinggi besar dan wajah penuh bewok ada di depan kami setelah kain
penutup mata dilepas. Dia membentak dan menyuruh kami untuk push up. Mirip kamp
militer.
Setelah itu, di hari paling
laknat dan mengerikan bagi saya, kami digojlok habis-habisan. Hingga pagi pun
menyeruakan suasana surga. Saya bisa bernapas lega. Di akhiri senyum dan tawa
para senior yang tiba-tiba menjadi baik di pagi itu.
laknat dan mengerikan bagi saya, kami digojlok habis-habisan. Hingga pagi pun
menyeruakan suasana surga. Saya bisa bernapas lega. Di akhiri senyum dan tawa
para senior yang tiba-tiba menjadi baik di pagi itu.
Pelajaran positif yang saya
dapatkan dari ospek ngeri-ngeri sedap tadi adalah saya jadi lebih berani, tahan
banting, solider, dan tabah menghadapi kehidupan menjomblo selama tiga tahun di
kampus. Hingga akhirnya pecah kejombloan di tahun 2005. Satu hal lagi, saya
jadi hafal lagu antah berantah berjudul Si Borong-Borong yang wajib dinyanyikan
saat ospek jurusan. Begini lagunya.
dapatkan dari ospek ngeri-ngeri sedap tadi adalah saya jadi lebih berani, tahan
banting, solider, dan tabah menghadapi kehidupan menjomblo selama tiga tahun di
kampus. Hingga akhirnya pecah kejombloan di tahun 2005. Satu hal lagi, saya
jadi hafal lagu antah berantah berjudul Si Borong-Borong yang wajib dinyanyikan
saat ospek jurusan. Begini lagunya.
“Waktu aku datang ke si Borong-Borong
Hujan turun dengan
sangat lebatnya
Sejak tadi pagi aku belum makan
Dan tak ada saudaraku di sana
Untung ada Borunya si Borong
Wajahnya kehitam-hitaman
Diajaknya aku ke rumahnya
Makan gule
ANJING!!! Dengan sayur kol…”
Hujan turun dengan
sangat lebatnya
Sejak tadi pagi aku belum makan
Dan tak ada saudaraku di sana
Untung ada Borunya si Borong
Wajahnya kehitam-hitaman
Diajaknya aku ke rumahnya
Makan gule
ANJING!!! Dengan sayur kol…”
(Wajib dinyanyikan dengan logat Batak dan penegasan
kata “anjing”, sembari menunjuk satu orang sasaran)
kata “anjing”, sembari menunjuk satu orang sasaran)
Buku apa yang pertama dibaca?
Tentu saja yang pertama saya baca saat maba adalah
buku Panduan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran 2002. Setelah itu, saya
ingat, buku saya yang pertama saya baca adalah buku tentang Islam dan
kapitalisme. Entah, kenapa saya membaca buku ini.
buku Panduan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran 2002. Setelah itu, saya
ingat, buku saya yang pertama saya baca adalah buku tentang Islam dan
kapitalisme. Entah, kenapa saya membaca buku ini.
Selanjutnya, saya mulai berkenalan dengan kawan-kawan
yang hobi membaca. Mulailah saya membaca buku-buku filsafat dan buku yang
“kekiri-kirian.” Saya juga rajin ke perpustakaan Batu Api, milik alumnus
jurusan saya, Bang Anton. Di sana, saya selalu menyewa buku-buku “kiri”.
Kebetulan buku-buku itu ada di sebelah meja penjaga perpustakaan ini.
Penjaganya ya Bang Anton.
yang hobi membaca. Mulailah saya membaca buku-buku filsafat dan buku yang
“kekiri-kirian.” Saya juga rajin ke perpustakaan Batu Api, milik alumnus
jurusan saya, Bang Anton. Di sana, saya selalu menyewa buku-buku “kiri”.
Kebetulan buku-buku itu ada di sebelah meja penjaga perpustakaan ini.
Penjaganya ya Bang Anton.
Di
setiap rak buku, ditulis kategori buku itu. Sedangkan buku yang sering saya
pinjam ada di kategori: “Kekiri-Kirian”. Saking seringnya saya menyewa buku
“kiri”, Bang Anton kerap menyebut saya, “orang kiri”. “Wes, orang kiri datang.
Buku Tan Malaka ada nih,” begitu kata dia setiap saya berkunjung, diselingi
tawa. Suatu hari, saya merubah pola menyewa buku, dengan buku-buku sastra dan
sejarah. Dan, Bang Anton kali ini bilang,”Kamu sudah sembuh?”
setiap rak buku, ditulis kategori buku itu. Sedangkan buku yang sering saya
pinjam ada di kategori: “Kekiri-Kirian”. Saking seringnya saya menyewa buku
“kiri”, Bang Anton kerap menyebut saya, “orang kiri”. “Wes, orang kiri datang.
Buku Tan Malaka ada nih,” begitu kata dia setiap saya berkunjung, diselingi
tawa. Suatu hari, saya merubah pola menyewa buku, dengan buku-buku sastra dan
sejarah. Dan, Bang Anton kali ini bilang,”Kamu sudah sembuh?”
Dosen
retorika, text books, dan killer
retorika, text books, dan killer
Saya mencoba membuat tiga klasifikasi dosen pengajar
di jurusan. Pertama, dosen retorika. Dosen ini selalu mengajar tanpa melihat
buku. Dia fasih berdiskusi dan menerangkan segala peristiwa sejarah, terutama
memang mata kuliahnya. Penuh ekspresi dan spontan. Biasanya dosen seperti ini
disukai mahasiswa, dan dekat dengan mahasiswanya.
di jurusan. Pertama, dosen retorika. Dosen ini selalu mengajar tanpa melihat
buku. Dia fasih berdiskusi dan menerangkan segala peristiwa sejarah, terutama
memang mata kuliahnya. Penuh ekspresi dan spontan. Biasanya dosen seperti ini
disukai mahasiswa, dan dekat dengan mahasiswanya.
Kedua, dosen text books. Kelihatan sekali dosen seperti ini jarang membaca buku.
Setiap kuliah, dia pasti membawa buku “sakti” yang dia baca di kelas. Baca
beberapa halaman, lalu pulang. Biasanya dosen ini sedikit cuek dengan
mahasiswanya.
Setiap kuliah, dia pasti membawa buku “sakti” yang dia baca di kelas. Baca
beberapa halaman, lalu pulang. Biasanya dosen ini sedikit cuek dengan
mahasiswanya.
Ketiga,
dosen killer. Dosen yang paling ditakuti. Setiap mahasiswa yang menunggu dia
datang, pasti sakit perut. Di kelas, mahasiswa selalu mengambil posisi aman
agar tak terdeteksi oleh pandangannya. Kalau sial, mahasiswa dapat satu
pertanyaan dan diusir kalau tak bisa menjawab. Biasanya dosen yang satu ini
dihindari oleh mahasiswanya. Ya, ini cuma iseng bikin klasifikasi saja.
dosen killer. Dosen yang paling ditakuti. Setiap mahasiswa yang menunggu dia
datang, pasti sakit perut. Di kelas, mahasiswa selalu mengambil posisi aman
agar tak terdeteksi oleh pandangannya. Kalau sial, mahasiswa dapat satu
pertanyaan dan diusir kalau tak bisa menjawab. Biasanya dosen yang satu ini
dihindari oleh mahasiswanya. Ya, ini cuma iseng bikin klasifikasi saja.
Runtuhnya gerbang kami
![]() |
| Gerbang Unpad lama/Anonim. |
Sekitar tahun (saya lupa, tahun pastinya) gerbang
Unpad lama, dihancurkan. Alasannya, pelebaran jalan utama untuk mengantisipasi
kemacetan lalu lintas. Bagi mahasiswa Unpad angkatan di bawah tahun itu, pasti
tersimpan berjuta nostalgia di gerbang ini.Beberapa acara musik pernah diadakan
di gerbang. Jika malam Minggu tiba, gerbang ini menjadi pusat kongkow para
mahasiswa.
Sampai-sampai berdiri sebuah komunitas
bernama Komunitas Gerbang Unpad. Komunitas ini awalnya terbentuk dari hobi dan
kegemaran nongkrong di gerbang Unpad, terutama malam hari. Kebanyakan
anggotanya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik, dan Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya).
bernama Komunitas Gerbang Unpad. Komunitas ini awalnya terbentuk dari hobi dan
kegemaran nongkrong di gerbang Unpad, terutama malam hari. Kebanyakan
anggotanya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik, dan Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya).
Lebih
dan kurang saat berkuliah di Unpad (2002-2007), merupakan hal biasa. Tapi, saya
menemukan “diri saya” di sini. Bagaimanapun, adik-adik yang ingin lanjut ke
tingkat universitas, pilihlah Unpad. Saya jamin, banyak sekali kisah seru yang
kalian dapatkan. Unpad, saya harus mengatakan kalau saya rindu…
dan kurang saat berkuliah di Unpad (2002-2007), merupakan hal biasa. Tapi, saya
menemukan “diri saya” di sini. Bagaimanapun, adik-adik yang ingin lanjut ke
tingkat universitas, pilihlah Unpad. Saya jamin, banyak sekali kisah seru yang
kalian dapatkan. Unpad, saya harus mengatakan kalau saya rindu…








